Print this page
Senin, 16 Oktober 2017 05:33

Dinas Ketahanan Pangan Kab. Kotim melaksanakan Rapat Penyusunan dan Pembuatan LaporanAnalisa Neraca Bahan Makanan (NBM) / Pola Pangan Harapan Dinas Ketahanan Pangan Kab. Kotim Tahun 2017 di Ruang Sekretariat Dinas Ketahanan Pangan Kab. Kotim

Written by
Rate this item
(0 votes)

Ir. JAKATAN (Kepala Dinas Ketahanan Pangan)Membuka Rapat dan menjelaskan bahwa tujuan rapat pada hari ini adalah Rapat Tim Efektif II (kedua) Penyusunan dan Pembuatan Laporan Analisa NBM/ PPh Tahun 2017. Dan mengharapkan kepada semua yang hadir agar mendukung Penyusunan dan Pembuatan Laporan Analisa NBM/ PPh. Penyusunan Neraca Bahan Makanan yang dilakukan setiap tahun dimaksudkan untuk dapat memperoleh gambaran lengkap dan teliti tentang situasi ketersediaan pangan yang berkesinambungan. Selain itu dapat pula memberikan informasi tentang adanya produksi, pengadaan serta perubahan yang terjadi, penggunaan serta tingkat ketersediaan untuk konsumsi penduduk perkapitanya. Dengan Neraca Bahan Makanan ini diharapkan dapat memberikan gambaran luas mengenai komposisi bahan makanan, jumlah kalori, protein serta lemak yang tersedia untuk dikonsumsi penduduk. Dalam hal ini sangat penting artinya dalam kaitannya dengan perencanaan pembangun nan khususnya yang menyangkut masalah pangan dan gizi termasuk upaya diversifikasi pangan yang telah dicapai di Kabupaten Kotawaringin Timur .

JONI PARWOTO, SP, MM (Ketua Tim Efektif ) menjelaskan bahwa Rapat ini bertujuan untuk menyediakan data dan informasi mengenai pengadaan, penggunaan dan ketersediaan pangan serta ketersediaan pangan per kapita, baik dalam bentuk volume maupun zat gizinya di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.

BURAY, SP (Kasi Ketersediaan Pangan) menambahkan Dalam rangka terlaksananya kegiatan NBM/PPh, perlu adanya Gerakan Program Lintas Sektor untuk pencapaian target Ketersediaan Kab. Kotim berdasarkan Pola Pangan Harapan.

Langkah pertama yang dilakukan dalam penyusunan NBM adalah pengumpulan data ke instansi terkait. Selanjutnya data diolah dan dianalisis secara sederhana menggunakan aplikasi microsoft excel oleh  Tim Penyusunan Neraca Bahan Makanan (NBM) Kabupaten Kotawaringin Timur. Data produksi diperoleh dari instansi terkait termasuk hasil Survei Pertanian (SP) yang pengolahannya dilakukan oleh Badan Pusat Statistik. Data ekspor dan impor baik yang antar daerah maupun antar pulau diambil dari laporan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kantor Kesyahbandarandan Otoritas Pelabuhan Kelas III Sampit dan instansi terkait. Data konversi dan lainnya dipakai data hasil penelitian berbagai pihak yang selama ini dipakai oleh Badan Pusat Statistik maupun instansi teknis yang terkait. Selanjutnya, ada sebagian data yang memerlukan perbaikan/penyempurnaan dengan cara membandingkan dengan data  konsumsi penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur (Susenas), jika lebih besar atau lebih kecil akan dilakukan penyesuaian dengan pendekatan 10-15%, sehingga tingkat kesalahan dapat diperkecil.

Salah satu kelemahan data Neraca Bahan Makanan tingkat nasional maupun daerah adalah belum adanya penelitian mengenai beberapa konversi untuk produk tertentu ke bentuk lain dan extraction rate beberapa jenis bahan makanan, sehingga banyak dipakai faktor konversi dari negara lain. Disamping itu dengan belum adanya survei tataniaga bahan makanan di Kabupaten Kotawaringin Timur, informasi terhadap beberapa komoditi yang beredar luas di pasaran dilakukan pendekatan dengan data hasil Susenas.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kab. Kotim (Ir. Jakatan),Berhasilnya penyusunan Neraca Bahan Makanan ini tidak terlepas dari peran aktif semua pihak khususnya anggota tim yang dengan penuh rasa tanggung jawab mulai dari pengumpulan, mengolah dan menganalisa data yang diperlukan demi berhasilnya publikasi ini

Berdasarkan hasil perhitungan Neraca Bahan Makanan Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2017, dapat disimpulkan antara lain :

  1. Banyaknya energi, protein dan lemak yang tersedia untuk dikonsumsi penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur pada tahun 2017 per kapita per hari adalah masing-masing : energi sebesar 3.854 Kkal, protein sebesar 6.505,12 gram dan lemak sebesar 7.701,49 gram.
  2. Ketersediaan energi, protein dan lemak untuk dikonsumsi per kapita per hari oleh penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur menurut sumbernya masih didominasi oleh: Daging dengan Energi 60,22 kkal (1,56%), protein 6.270,18 (96,39%) kemudian Lemaknya sebesar 7.345,21 (95,37), Padi – padian dengan energi 1.917 Kkal (49,74%), protein 40,89 gram (0,63%) dan lemak sebesar 7,11 gram (0,09 %) dan Minyak dan Lemak dengan jumlah energi  sebesar 1.688,40 Kkal (43,80%), protein sebesar 0,85 Kkal (0,01%)  dan lemak sebesar 89,61 gram (1,16 %) , dan.
  3. Bila dibandingkan dengan standar gizi nasional (WNPG VIII tahun 2004), pada tingkat ketersediaan (energi 106.677 Kkal dan protein sebesar 7.016,77 Gram, sedangkan Lemak sebesar 8.306,23 Gram), maka jenis pangan yang tersedia untuk dikonsumsi penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur pada tahun 2017 hampir  melampaui rata-rata standar gizi nasional.
  4. Ketersediaan energi tahun 2017 masih didominasi oleh kelompok Hewani.

Dari analisis tentang ketersediaan pangan dan pola pangan harapan (PPh) Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2017 dapat disimpulkan antara lain :

  1. Tingkat ketersediaan energi Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2017 sebesar 160 persen dan pencapaian skor PPH 2017 mencapai skor 94,3. Hal ini menunjukkan bahwa, ketersediaan energi di Kabupaten Kotawaringin Timur sudah melebihi angka kecukupan gizi yang dianjurkan, namun dari segi kualitas ketersediaan masih belum mencapai komposisi gizi yang beragam dan seimbang.

2.            Skor PPH tahun 2017 sebesar  94,3  menunjukkan bahwa diversifikasi pangan harus ditingkatkan untuk mencapai skor PPH ideal 100 pada tahun 2020.

Read 185 times