rapatnbm

Hari/ Tanggal             : Kamis, 13 Desember 2018

Waktu Rapat             : Pukul 09.00 WIB s/d Selesai

Tempat                      : Aula Dinas Ketahanan Pangan Kab. Kotim

Agenda Rapat           : Rapat  Pertemuan Tim  Penyusun Analisis NBM/ PPh Kab. Kotim Th. 2018

 

JONI PARWOTO, SP, MM (Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan)

Membuka Rapat dan menjelaskan bahwa tujuan rapat pada hari ini adalah Rapat  Pertemuan Tim Penyusun NBM/ PPh Kab. Kotim Th. 2018. Dan mengharapkan kepada semua yang hadir agar mendukung penyusunan Analisis Neraca Bahan Makanan (NBM)/ Pola Pangan Harapan (PPh).

Rapat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dalam hal program ketahanan pangan karena NBM merupakan tabel yang memberikan gambaran tentang situasi ketersediaan pangan untuk dikonsumsi penduduk suatu wilayah (kecamatan/desa) dalam kurun waktu tertentu. NBM menyajikan angka jumlah pangan yang tersedia untuk konsumsi penduduk per kapita (kg/tahun atau gram/hari) atau ketersediaan zat gizi tertentu per kapita yaitu kalori (kkal/hari), protein (gram/hari), lemak (gram/hari).

NBM bermanfaat untuk mengetahui jumlah penyediaan, penggunaan, pangan dan ketersediaan pangan per kapita untuk konsumsi penduduk Kab. Kotim; mengevaluasi penggunaan dan pengadaan pangan; mengevaluasi tingkat ketersediaan pangan berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dan komposisinya berdasarkan Pola Pangan Harapan (PPH); sebagai bahan acuan dalam perencanaan produksi/pengadaan pangan; dan sebagai bahan perumusan kebijakan pangan dan gizi maupun untuk Pembangunan ketahanan pangan yang menjadi prioritas dalam

Rencana Pembangunan Jangka Menengah  Daerah di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kenaikan harga lima bahan pokok makanan ini dipicu oleh beberapa hal, di antaranya adalah kenaikan harga beras yang terbilang cukup signifikan dan dinilai disebabkan oleh tingginya jumlah permintaan akan beras yang tidak dapat dipenuhi oleh jumlah beras yang diproduksi.

Membicarakan inflasi tidak akan jauh dari Indeks Harga Konsumen. Tingginya harga pangan konsumen adalah penyebab utama tingkat inflasi di Kabupaten Kotawaringin Timur. Yang mencengangkan adalah sebanyak 40% inflasi dipengaruhi pangan. Bank Indonesia tidak bisa memberikan tunai tetapi berupa Alat.

Terkait Kesiapan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Hasil pantauan menunjukkan harga-harga pangan di Kabupaten Kotawaringin Timur terkendali dan pasokannya cukup untuk menghadapi Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur akan terus memastikan stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan dalam menghadapi HBKN.

SUBIYANTA (Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan)

Analisis NBM sudah ada tiap tahun dan akan terus berlanjut karena NBM sendiri adalah sangat penting dalam memberikan informasi seputar konsumsi pangan masyarakat Kabupaten Kotim dilihat berdasarkan nilai/skor Pola Pangan Harapan (PPH). Koordinasi Neraca Bahan Makanan dimaksudkan untuk menyajikan jumlah pangan yang tersedia untuk dikonsumsi penduduk perkapita dalam kg/tahun atau gr/hari serta dalam bentuk zat gizi tertentu yaitu Kalori (kkal/hari), Protein (gr/hari) dan Lemak (gr/hari).

Dalam rangka terlaksananya kegiatan NBM/PPh, perlu adanya Gerakan Program Lintas Sektor untuk pencapaian target Ketersediaan Kab. Kotim berdasarkan Pola Pangan Harapan.

Revitalisasi sistem serap gabah perlu dilakukan melalui efisiensi rantai pasok dengan cara menekan middlemen yang meraup keuntungan selama ini. Efisiensi rantai pasok dari petani ke penebas langsung ke unit penggilingan (UPGB) ini sangat penting, agar harga dapat terjaga dan terjangkau daya beli masyarakat.

WANDI (Bulog Sub. Drive Sampit)

Info HPP Bulog terlalu rendah Rp. 8.030 sedangkan di lokasi Rp. 11.000. Di informasikan HPP dibuat per zona.

Kondisi Ketersediaan Beras di Gudang Bulog adalah :

  1. Beras sebanyak 1.750 ton
  2. Gula sebanyak 320 ton
  3. Daging beku sebanyak 8 ton dengan harga per kilonya Rp. 80.000,-
  4. Minyak Goreng sebanyak 3.720 liter

Sampai saat ini kondisi Ketersediaan Pangan di Gudang Bulog aman/ cukup untuk 3 bulan kedepan.

Terkait Serapan Gabah , Saat serapan gabah anjlok Bulog disuruh menyerap, saat stabil dilaksanakan Operasi Pasar.

Untuk menghadapi HBKN, Bulog memiliki kegiatan penyiapan Paket Sembako.

EDY SURYANTO (KSOP)

Tugas KSOP untuk memperlancar arus penumpang dan barang.

Data dari Manifest kapal terdapat kendala dari DARMALOKA hanya menyedikan data buah dan sayur.

Terkait Data daging, pembongkaran Sapi di Pelabuhan terkendala belum termergernya data KSOP Sampit dan KSOP Samuda.

APLITAWATI (Dinas Perikanan)

Daya beli Ikan di masyarakat masih kurang dikarenakan harga masih tidak stabil.

Sasaran Budidaya Ikan lebih ditingkatkan untuk menunjang kecukupan protein.

NIHAYAH, SP (Dinas Pertanian )

Data Produksi (untuk mendukung pengolahan NBM/PPh) khususnya data bulanan terkendala petugas lapangan.

JONI PARWOTO, SP, MM (Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan)

Kesimpulan Rapat :

  1. Guna mengidentifikasi permasalahan dalam pemenuhan ketersediaaan pangan, capaian skor PPH, tingkat ketersediaan berdasarkan Neraca Bahan Makanan (NBM), dengan melaksanakan pendataan dan operasi pasar.
  2. Tujuan yang ingin dicapai dalam rapat ini adalah untuk meningkatkan kualitas ketahanan pangan di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan indikator kinerja skor PPH (Pola Pangan Harapan) dengan dukungan Instansi dalam Penyusunan Analisis Neraca Bahan Makanan / Pola Pangan Harapan (NBM/PPh) Kabupaten Kotawaringin Timur.
  3. Tersedianya anggaran dari APBD maupun APBN untuk menunjang terselenggaranya kegiatan ketahanan pangan khususnya NBM/PPh (Lintas SOPD).
  4. Sepakat membentuk Tim Kegiatan Neraca Bahan Makanan dan Pola Pangan Harapan Kabupaten Kotawaringin Timur untuk Tahun 2019

Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin di dalam UUD 1945 sebagai komponen dasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Undang- Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan mengamanatkan bahwa negara berkewajiban mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan,  dan pemenuhan konsumsi    pangan  yang  cukup, aman, bermutu, dan bergizi seimbang, baik pada tingkat nasional maupun daerah hingga perseorangan secara merata di seluruh wilayah NKRI sepanjang waktu dengan memanfaatkan sumber daya, kelembagaan, dan budaya lokal.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia dalam pemenuhan kebutuhan  pangan rakyatnya,  namun  di  sisi  lain  dengan  sumber daya alam dan sumber pangan yang beragam, Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri.

Dewasa ini pembangunan ketahanan pangan dan gizi difokuskan pada  penguatan kedaulatan  pangan.  Kedaulatan  pangan  diyakini dapat diwujudkan dengan melaksanakan program swasembada pangan berkelanjutan, peningkatan nilai tambah produk pangan dan ekspor pangan, pengendalian impor, diversifikasi pangan, penguatan kelembagaan  petani,  pembangunan  sumber  daya  manusia Indonesia, dan lain sebagainya.

 Untuk membantu Presiden dalam merumuskan kebijakan, melaksanakan evaluasi, dan melakukan pengendalian dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, telah dibentuk Dewan Ketahanan Pangan melalui Perpres No.  83 Tahun  2006  sebagai penyempurnaan dari Keppres Nomor 132 Tahun 2001 dan untuk Kabupaten Kotawaringin Timur termuat dalam Surat Keputusan Bupati  Nomor 188.45/253/HUK-DKP/2017 Tanggal 27 Juli 2017 tentang Penetapan Dewan Ketahanan Pangan dan Sekretariat Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2017. Tugas utama Dewan Ketahanan Pangan (DKP) adalah mendukung  pemerintah dalam mewujudkan cita-cita pembangunan pangan dan gizi yang meliputi penyediaan, distribusi, cadangan, penganekaragaman konsumsi, pencegahan, serta penanggulangan masalah pangan dan gizi baik di tingkat pusat maupun daerah.

Tujuan Rapat Dewan Ketahanan Pangan   :

  1. Untuk mengetahui kegiatan –kegiatan yang sudah dilaksanakan sesuai dengan tahapan program.
  2. Untuk mengetahui permasalahan atau kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program serta upaya mengatasinya
  3. Sebagai bahan tindak lanjut untuk pelaksanaan Dewan Ketahanan Pangan tahap berikutnya .

Selain silaturahmi juga untuk mengkoordinasikan berbagai program dan kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan oleh Anggota Dewan Ketahanan Pangan, dengan fokus pada Program Gerakan Diversifikasi Pangan dan menyelesaikan permasalahan di daerah-daerah rawan pangan khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur. Dewan Ketahanan Pangan terus diaktifkan, sehingga mampu untuk melakukan analisis dan kajian terhadap ketersediaan pangan, termasuk di dalamnya permasalahan distribusi dan konsumsi, serta keamanan pangan di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Pertemuan Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Tahun 2018 dilaksanakan sesuai dengan amanat Perpres No.83 Tahun 2006 tentang Dewan Ketahanan Pangan, sebagai forum koordinasi Bupati/Walikota selaku Ketua DKP Kabupaten/Kota dalam rangka mengevaluasi kinerja DKP, membahas masalah, tantangan serta upaya-upaya penyelesaiannya dalam rangka pemantapan ketahanan pangan daerah. Adapun output yang diharapkan dari Pertemuan Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Tahun 2018 ini adalah rumusan Kesepakatan Bupati selaku Ketua DKP Kabupaten yang merupakan komitmen kepala daerah dalam sinergi program terkait pangan di Kabupaten Kotawaringin Timur guna membangun kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Peserta Pertemuan Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan (DKP) adalah Bapak Bupati selaku Ketua DKP Kabupaten Kotawaringin Timur, Wakil Ketua, Ketua Harian, para Kepala Dinas/Unit Kerja  (SOPD) sebagai anggota Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawarin Timur dan Mantri Tani se-Kotim. Sampai saat ini, jumlah peserta yang telah hadir sebanyak 100 peserta.

Pelaksanaan Pertemuan Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Tahun 2018  mengangkat tema “Sinergi Program Aksi Pangan menuju Kedaulatan Pangan”. Materi dan narasumber pada Pertemuan Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan (DKP) di Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2018  ini adalah :

  1. Peran Strategis Dewan Ketahanan Pangan oleh Ir. Sutrisno (Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah);
  2. Materi terkait Kebijakan Strategis dan Rencana Aksi Pangan serta dukungan dari 8 SOPD Kabupaten Kotawaringin Timur, yaitu :
  3. Kepala Bappeda Kab.Kotim;
  4. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kab.Kotim;
  5. Kepala Dinas Pertanian Kab.Kotim;
  6. Kepala Dinas Perikanan Kab.Kotim;
  7. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Sampit;
  8. Kepala Perum Badan Urusan Logistik Sub Divisi Regional Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.
  9. Kepala Perum Bulog Sampit;
  10. Kepala BPS Kab.Kotim.

Kebutuhan bahan pokok masyarakat merupakan kebutuhan orang banyak yang pada hakekatnya sangat diperlukan oleh masyarakat di dalam kehihupan sehari-hari, sehingga pengadaan dan kelancaran distribusinya perlu terjamin, agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai dengan jumlah kebutuhannya dengan harga yang wajar dan dapat terjangkau. Hambatan dalam pengadaan dan distribusi dapat menimbulkan kelangkaan persediaan barang serta terjadinya lonjakan harga yang pada akhirnya berdampak pada gejolak sosial dalam masyarakat. Kelangkaan barang dan lonjakan harga setidaknya dapat diantisipasi, apabila telah diketahui perkiraan kebutuhan pelaksanaan pengadaan baik berasal dari produk lokal, luar daerah maupun impor serta perkiraan stock setiap jenis komoditi kebutuhan pokok dan barang penting lainnya. Prognosa Ketersediaan Pangan ini dapat dijadikan sebagai salah satu bahan acuan bagi Kab. Kotim dalam menyusun rencana kebutuhan pengaturan pengadaan dan distribusi serta pengamanan stock.

Berdasarkan uraian diatas dapat dilihat lonjakan harga serta ketersediaan pangan pada hari besar keagamaan nasional dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat di Kab. Kotim. Sehingga diperlukan penyusunan Prognosa Ketersediaan Pangan pada HKBN (Puasa, Hari Raya Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru) di Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2018. Ini adalah untuk memberikan gambaran rencana pemenuhan kebutuhan bahan pokok dalam menghadapi hari-hari besar terutama dalam menjelang puasa dan Hari Raya idul Fitri serta Natal dan Tahun Baru serta menganalisa permasalahan yang timbul, sehingga dapat diupayakan langkah-langkah antisipasi untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan sesuai kemampuan daya beli masyarakat.

Dasar hukum Penyusunan Prognosa Kebutuhan Pangan Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) 2018, adalah UU Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan.

Komoditas yang menjadi sorotan yaitu beras, kacang tanah, bawang merah, cabe merah, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, gula dan minyak goreng. Dengan informasi sebagai berikut: Komoditas beras pada bulan Desember 2018 akan mengalami peningkatan kebutuhan dari kebutuhan bulan normal sebesar 4.107 ton menjadi 4.313 ton pada bulan Desember 2018. Komoditi kacang tanah mengalami peningkatan dari 14 ton pada bulan normal menjadi 15 ton pada bulan Desember 2018. Untuk komoditi bawang merah kebutuhan bulan normal 103 ton menjadi 108 ton pada bulan Desember 2018. Cabe mengalami peningkatan dari 174 ton bulan normal menjadi 183 ton kebutuhan bulan Desember 2018. Daging sapi dari kebutuhan bulan normal sebesar 57 ton menjadi 60 ton pada bulan Desember 2018. Daging ayam ras mengalami kenaikan dari 341 ton pada bulan normal menjadi 358 ton pada bulan Desember 2018. Telur ayam ras mengalami kenaikan dari 273 ton pada bulan normal menjadi 286 ton pada bulan Desember 2018. Gula mengalami kenaikan dari 454 ton pada bulan normal menjadi 477 ton pada bulan Desember 2018. Dan komoditas terakhir minyak goreng mengalami kenaikan dari 369 ton pada bulan normal menjadi 387 ton pada bulan Desember 2018.

  Bulan   Kebutuhan (Ton)
    Beras Kacang Tanah Bawang Merah Cabe Daging Sapi Daging Ayam Ras Telur Ayam Ras Gula Minyak Goreng
Januari                  4.107                   14                 103                 174                   57                 341                 273                 454                 369
Februari                  4.107                   14                 103                 174                   57                 341                 273                 454                 369
Maret                  4.107                   14                 103                 174                   57                 341                 273                 454                 369
April                  4.107                   14                 103                 174                   57                 341                 273                 454                 369
Mei                  4.518                   16                 113                 192                   62                 375                 300                 499                 406
  Minggu I                   821                     3                   21                   35                   11                   68                   55                   91                   74
  Minggu II                1.056                     3                   23                   39                   13                   68                   65                 109                   89
  Minggu III                   998                     4                   28                   48                   16                 102                   71                 118                   96
  Minggu IV                   821                     3                   21                   35                   11                   68                   55                   91                   74
  Minggu V                   821                     3                   21                   35                   11                   68                   55                   91                   74
Juni                  4.518                   16                 113                 192                   62                 375                 300                 499                 406
  Minggu I                   821                     3                   21                   35                   11                   68                   55                   91                   74
  Minggu II                1.027                     4                   23                   38                   14                   78                   68                 116                   90
  Minggu III                1.027                     4                   28                   49                   15                   93                   68                 111                   94
  Minggu IV                   821                     3                   21                   35                   11                   68                   55                   91                   74
  Minggu V                   821                     3                   21                   35                   11                   68                   55                   91                   74
Juli                4.107                   14                 103                 174                   57                 341                 273                 454                 369
Agustus                  4.313                   15                 108                 183                   60                 358                 286                 477                 387
  Minggu I                   821                     3                   21                   35                   11                   68                   55                   91                   74
  Minggu II                   821                     3                   21                   35                   11                   68                   55                   91                   74
  Minggu III                   821                     3                   21                   35                   12                   68                   55                   91                   74
  Minggu IV                1.027                     4                   26                   44                   13                   85                   68                 114                   92
  Minggu V                   821                     3                   21                   35                   11                   68                   55                   91                   74
September                4.107                   14                 103                 174                   57                 341                 273                 454                 369
Oktober                4.107                   14                 103                 174                   57                 341                 273                 454                 369
November                4.107                   14                 103                 174                   57                 341                 273                 454                 369
Desember                  4.313                   15                 108                 183                   60                 358                 286                 477                 387
  Minggu I                   821                     3                   21                   35                   11                   68                   55                   91                   74
  Minggu II                   821                     3                   21                   35                   11                   68                   55                   91                   74
  Minggu III                   976                     3                   25                   41                   13                   68                   65                 109                   88
  Minggu IV                   873                     3                   22                   37                   12                   85                   58                   95                   78
  Minggu V                   821                     3                   21                   35                   11                   68                   55                   91                   74
Total               50.521                 175              1.261              2.142                 698              4.193              3.355              5.584              4.537
Sumber Data: diolah, Dinas Ketahanan Pangan Kab. Kotim              
Keterangan :                    
    - Awal Puasa: 16 Mei 2018              
    - Idul Fitri: 15-16 Juni 2018              
    - Idul Adha: 22 Agustus 2018              
    - Natal: 25 Desember 2018 dan Tahun Baru: 1 Januari 2019          
    - Kebutuhan=Konsumsi per kapita x Jumlah Penduduk 2017 (261.890.872 jiwa, proyeksi pertumbuhan penduduk tahun 2010-2035)   
    - Kebutuhan daging ayam=ayam ras            
    - Kebutuhan telur=telur ayam ras              
    - Kebutuhan minyak goreng=minyak kelapa+minyak sawit          
Wilayah : Kotawaringin Timur              
Jumlah Penduduk :                                   436.276 jiwa            
                       
  Keterangan   Kebutuhan
    Beras Kacang Tanah Bawang Merah Cabe Merah Daging Sapi Daging Ayam Telur Ayam Gula Minyak Goreng
Kebutuhan (Kg/Kap/Thn)                 115,80                0,40                2,89                4,91                1,60                9,61                7,69              12,80              10,40
Kebutuhan 1 tahun (Ton)                 50.521                 175              1.261              2.142                 698              4.193              3.355              5.584              4.537
Kebutuhan bulan normal (Ton)                  4.107                   14                 103                 174                   57                 341                 273                 454                 369
Kebutuhan minggu normal (Ton)                     821                     3                   21                   35                   11                   68                   55                   91                   74

 

Pemberdayaan Masyarakat Program Pengembangan Desa Mandiri Pangan di Kotawaringin Timur diberdayakan melalui dana  APBN Tahun 2009, 2010, 2011 dan dana pemerintah daerah  APBD 2010. Kegiatan mandiri pangan pada tahun anggaran 2018 ini adalah meneruskan program pembinaan tahun 2017 . Adapun Lembaga Keuangan Desa yang dibina merupakan Lembaga Keuangan Desa yang mendapat dana  tugas pembantuan  dari tahun 2009 s/d 2013. Dan untuk mengetahui pelaksanaan  kegiatan Pengembangan Desa  Mandiri Pangan di Kotawaringin Timur disusunlah Laporan Kegiatan Pertemuan Sosialisasi Pengembangan Desa Mandiri Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2018 ini. Dari segi besarnya dana : Program Demapan pusat  jumlah dana yang dicairkan sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta per desa), sedangkan pada Program Demapan Daerah jumlah dana yang dicairkan hanya Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) per desa. Dari segi pengelolaan kegiatan di lapangan : Program Demapan Pusat dana dicairkan melalui rekening kelompok, kemudian diserahkan untuk dikelola oleh LKD (Lembaga Keuangan Desa), sedangkan pada Program Demapan Daerah dana dicairkan melalu rekening kelompok dan dikelola secara langsung oleh Pengurus Kelompok (tidak diserahkan ke LKD) sehingga LKD tidak ada.

demapan

Sosialisasi ini dilaksanakan pada tanggal 29 Januari 2018 di Hotel Permata Indah Sampit, dengan Peserta yang mengikutin sosialisasi ini sebanyak 70 (Tujuh Puluh) orang merupakan Kepala BPP, Ketua LKD, Anggota Afinitas dan masyarakt yang tergabung di dalam kegiatan desa mandiri pangan.

demapan

 

Pada tahun 2018 Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur akan menyelenggarakan Lomba Cipta Menu Tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-38. Lomba Cipta Menu Tingkat Kabupaten akan di ikuti oleh TP-PKK Kecamatan. Peserta Lomba akan menyajikan menu makanan 1 (Satu) hari 3 (tiga) kali Waktu makan untuk keluarga dalam bentuk display. Menu yang disajikan adalah menu beragam, bergizi seimbang dan aman berbasis sumber daya lokal yang dapat diterapkan sebagai menu keluarga sehari-hari, dan bukan hanya pada saat lomba saja. Hal ini dimaksudkan untuk melihat penerapan aspek keanekaragaman dan keseimbangan pangan dalam menu dengan tetap mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal.

 1

Sebagai tema pelaksanaan lomba cipta menu tingkat Kabupaten Tahun 2018, untuk mengangkat kembali Citra makanan khas daerah “ Berbasis Sumber Daya Lokal” yang selama ini kalah bersaing dengan makanan modern (fast Food), maka dipandang perlu untuk mengembangkan menu B2SA yang berbasis pada kearifan lokal, dimana menu yang diciptakan dengan memodifikasi/menggunakan resep makanan khas daerah, yakni menu utama yang terdiri dari sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral yang disesuaikan dengan prinsip beragam, bergizi seimbang, dan aman. Adapun pangan sumber karbohidrat tetap menggunakan pangan lokal selain beras dan terigu untuk mengguranggi ketergantungan terhadap beras sebagai pangan pokok dan mendorong penggunaan pangan lokal seperti jagung, sorghum, jawawut, singkong, ubi jalar, sagu, gayong, sukun, pisang dan sejenisnya dengan tetap memperhatikan prinsip B2SA.

2

Pelaksanaan Kegiatan dari Lomba BBSA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman) Tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2018 dilaksanakan Pada tanggal 19 Juli 2018 di Gedung Wanita Sampit dengan 9 peserta yaitu TP.PKK Kecamatan MB. Ketapang, TP.PKK Kecamatan MH. Selatan, PKK Kecamatan Baamang, PKK Kota Besi, TP.PKK Kecamatan Cempaga, PKK Kecamatan Cempaga Hulu, PKK Kecamatan Mentaya Hulu, PKK Kecamatan Teluk Sampit, TP. PKK Kecamatan Parenggean

Guna memberikan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dan semua pihak yang terlibat dalam pengolahan pangan akan pentingnya penanganan pangan yang baik dan benar, Dinas KetahananPangan (DKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sosialisasikanpeningkatan mutu dan keamanan pangan, di Desa Sumber Makmur, Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.

Bertempat di aula kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Bagendang, kegiatan ini dihadiri puluhan warga, petani, kelompok UKM dan Tim Penggerak PKK setempat, dengan menghadirkan nara sumber dari DKP Kotim, Dinas Kesehatan, serta ahli gizi dari Persagi Cabang Sampit.

“Tujuannyauntuk melindungi konsumen terhadap akses negative pemakaian barang dan atau jasa yang berasal dari barang dan jasa yang beredar dipasar yang tidak memenuhi persyaratan aspek keamanan, keselamatan, kesehatan dan moral hazard,” ujar drh. Diah Ardiningrum, Kasi Keamanan Pangan DKP Kotim. Kamis (22/2/2018).

Menurut Diah, disamping untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat sebagai konsumen akan hak dan kewajibannya dalam memperoleh barang atau jasa yang beredar dipasar. Kegiatan ini juga sebagai upayamenumbuhkan kesadaran pelaku usaha agar bersifat jujur, tangguh dan bertanggung jawab, sesuai dengan hak dan kewajibannya, serta mendorong upaya menciptakan iklim usaha yang sehat.

“Sasaran sosialisasi ini mencakup pelaku usaha seperti warung, catering,penjual makanan atau jajanan, pemilik pengolahan usaha pertanian seperti pembuatan tahu, tempe dan lain-lain. Termasuk Tim Penggerak PKKkecamatan, kelurahan dan desa yang membidangi pangan,” katanya.

Sementara Kepala DKP Kotim, melalui kepala bidang konsumsi dan keamananpangan, ir. Hj. Erwati, mengatakansosialisasi ini dimaksudkan untuk melindungi masyarakat dari bahaya yang diakibatkan oleh tindakan atau penanganan yang tidak dibenarkan terhadap produk-produk makanan dari bahaya biologi, bahaya kimia dan bahaya fisik.

“Berdasarkan peraturan pemerintah nomor 28 tahun 2004 tentang keamanan, mutu dan gizi pangan,disebutkan bahwa pangan adalah sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun yang tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia.

Ini termasuk bahan tambahan pangan,bahan baku pangan dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan dan pembuatan makanan atau minuman,” paparnya.

Sedangkan keamanan pangan, lanjutErwati, adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis,kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia.

“Hal ini disebabkan masih banyaknya beredar produk-produk olahan pangan yang menggunakan bahan pengawetatau zat pewarna dan bahan aditif lainnya, diantaranya produk olahan panganan dan jajanan yang beredar,baik dikantin sekolah ataupun yang berada diluar sekolah yang diduga masih ada yang belum memenuhi standar mutu dan persyaratan keamanan pangan yang baik dan sehat untuk dikonsumsi sehari-hari. Untuk itu perlu penanganan yang baik dan benar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, sehingga tidak mengurangi mutu pangan tersebut,” ungkapnya.

Dihadapan puluhan warga yang memenuhi aula Kantor BPP setempat, Erwati menerangkan, bahwa pangan yang dikonsumsi masyarakat pada dasarnya melalui suatu mata rantai proses yang meliputi produksi, penyimpanan, pengangkutan, peredaran hingga tiba ditangan konsumen.

Agar pangan yang aman tersedia secara memadai, perlu ditetapkan persyaratan keamanan pangan, yaitu standard dan ketentuan-ketentuan lain yang harus dipenuhi untuk mencegah pangan dari kemungkinan adanya bahaya, baik karena cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu,merugikan dan membahayakan kesehatan manusia.

Adapun materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, diantaranyakebijakan pemerintah tentang kemanan pangan yang disampaikan oleh petugas DKP Kotim, pengawasan mutu dan keamanan pangan oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kotim, serta materi tentang upaya peningkatan mutu makanan oleh ahli gizi dari Persagi Cabang Sampit.

“Sosialisasi ini sangat perlu disampaikan kepada masyarakat umum dan pelaku usaha industri rumah tangga, dalam upaya terwujudnya suatu sistem pangan yang mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat yang mengkonsumsi pangan. Sehingga pangan yang diedarkan dan atau diperdagangkan tidak merugikan serta aman bagi kesehatan jiwa manusia,” pungkasnya.

(jun/Berita Sampit).

Jakarta, Dalam rangka memperingati Bulan Kemerdekaan RI ke-72, dengan tema “Indonesia  Kerja  Bersama”, Kementerian  Pertanian  turut  serta  memeriahkan  bulan kemerdekaan dengan menyelenggarakan  Festival Pangan Lokal yang mengusung tema “Tingkatkan konsumsi ragam pangan lokal dukung kemandirian pangan”. Festival Pangan Lokal ini diselenggarakan dari tanggal 10-11 Agustus 2017.